Jadwal Resmi UN SMA dan SMP Tahun 2011

Pembahasan atau pun polemik tentang Ujian Nasional tampaknya masih bergulir. Tetapi kabar baiknya Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011. Pada tahun ini UN ulangan ditiadakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Kamis (17/12).

Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti. “Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN,” ujar Nuh.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.

Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.

Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Semoga saja UN tahun 2011 lebih bai lagi dalam arti lebih jujur dan lebih berualitas, Amin!

Sumber : http://ujiannasional.org/

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mata Pelajaran UN 2011

Pelajaran Agama Islam (PAI) yang semula diwacanakan akan dimasukkan dalam Ujian Nasional (UN), tidak jadi dimasukkan salah satu materi UN 2011.

Dalam UN 2011 sudah pasti hanya enam mata pelajaran (Mapel) untuk SMA/MA yakni :

Program IPA

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Kimia,
Biologi, dan
Fisika

Program IPS

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Sosiologi,
Geografi, dan
Ekonomi


Program Bahasa

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Bahasa Asing lain yang diambil,
Sejarah Budaya/Antropologi, dan
Sastra Indonesia

Program Keagamaan

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Ilmu Tafsir,
Ilmu Hadis, dan
Ilmu Kalam.

Untuk UN SMK 2011 mata ujian bisa terdiri dari :

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Teori Kejuruan, dan
Praktek Kejuruan

Sedangkan untuk Tingkatan SMP/MTS diujikan seperti :

Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Matematika, dan
IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Pakar pendidikan Arief Rachman mengatakan, UN bukan soal mapel. Menurut Arief, ada dua hal terkait pelaksanaan UN tahun depan. Pertama, UN yang akan diujikan kepada siswa sekolah tidak boleh untuk menguji sistem pendidikan seperti tahun sebelumnya. Tetapi, UN harus memperhitungkan mutu dan keadilan.

Kedua, UN tidak boleh hanya jadi penentu kelulusan. UN harus diujikan dengan sistem kekuatan daerah masing-masing, sehingga tidak mendiskriminasi daerah lain.

Sumber : http://ujiannasional.org/

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penjelasan Mendiknas Tentang Formula UN 2011

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menerangkan, formula UN ini telah resmi akan digunakan pada UN tahun pelajaran 2010/2011 mendatang. Dijelaskannya, formula UN ini merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN, serta atas rekomendasi DPR RI.

“Kalau dulu, UN sendiri dinilai, hasilnya berapa. Kalau dia memenuhi 5,5 ke atas, lulus. Pada 2011, dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional, dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas 1,2 dan 3,” ungkap Mendiknas, dalam konferensi pers Kemdiknas Akhir Tahun, di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Kamis (30/12), yang turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kemdiknas lainnya.

Syarat kelulusan lainnya adalah nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00 dan tidak ada ujian ulangan. “Bagi yang tidak lulus, dapat mengikuti Ujian Paket C untuk SMA,” ujarnya.

Dikatakan M Nuh, seorang siswa sedikitnya harus meraih nilai 4 pada UN agar dapat lulus, dengan syarat nilai ujian sekolahnya 8. Dengan menggabungkan kedua nilai tersebut, maka nilai akhir diperoleh 5,6, atau di atas nilai minimal 5,5. “Kalau nilai ujian sekolah 7, belum lulus. Nilai aman UN adalah 6,” katanya, saat mensimulasikan patokan nilai UN tersebut.

Lebih jauh, Mendiknas juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil monitoring berita selama tahun 2010, UN menempati urutan pertama dari 10 isu pemberitaan pendidikan 2010. Dia menyebutkan, jumlah pemberitaan terkait UN sebanyak 1.899 (20,1 persen), disusul soal guru sebanyak 974 berita (10,3 persen), dan penerimaan peserta didik baru 537 berita (5,7 persen). “Yang paling banyak urusan UN. Itu menunjukkan bahwa UN menjadi perhatian publik,” sebutnya pula.

Semoga Pelaksanan UN 2011 dengan Formula barunya bisa berjalan lebih baik lagi, Amin!

 

Sumber : http://ujiannasional.org/

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Metode Pembelajaran

 

 

 

Metode Pembelajaran

 

Metode adalah suatu cara yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan bahan pelajaran, sehingga tujuan dapat dicapai, dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan

b. Merupakan alat mencapai tujuan yang didukung oleh alat bantu mengajar,

c. Merupakan kebulatan dalam satu sistem pendidikan

Dalam memilih metode pembelajaran, yang harus diperhatikan oleh seoarang pendidik adalah filsafat pendidikan, tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, anak didik yang kondusif, dan bahan pelajaran yang akan disampaikan. Jadi metode menentukan prosedur yang hendak ditempuh dalam mencapai tujuan.

Metode bukan suatu tujuan, melainkan suatu cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya. Dapat dipahami bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam setiap kegiatan pembelajaran adalah bagaimana perubahan yang diharapkan itu terjadi, metode mana yang dianggap paling tepat untuk menimbulkan perubahan itu.

Penelitian-penelitian ilmiah belum berhasil menemukan dan menunjukkan adanya metode pembelajaran yang lebih lengkap dibandingkan dengan metode lainnya untuk mencapai tingkah laku yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena para peneliti dan pendidik belum berhasil mengontrol variabel-variabel yang menentukan efektifitas salah satu metode dibandingkan dengan metode lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Variasi-variasi yang terdapat dalam tujuan pembelajaran menimbulkan pula adanya variasi-variasi dalam metode pembelajaran.

Tulisan ini akan membahas tentang 6 (enam) jenis metode pembelajaran menyangkut pengertian, kelebihan, dan kelemahannya. Metode pembelajaran tersebut adalah :

  1. Metode Kasus

Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar.

 

  • Kelebihan metode kasus :
    • Siwa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya
    • Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar itu
    • Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut
    • Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan.
  • Kelemahan metode kasus :
    • Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa
    • Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi
    • Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak.

 

  1. Metode Unit Teaching

Metode ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.

Pengajaran unit teaching mencakup 3 fase, yaitu:

  1. Fase perencanaan/permulaan
  • Guru membagi kelas ke beberapa kelompok
  • Membagi tugas dengan masalah yang akan dibahas
  • Setiap kelompok menunjukkan pencatatn laporankemajuan dan hasil kerja kelompok
  • Guru menunjukan sumber-sumber untuk memecahkan masalah
  1. Fase pengerjaan unit
  • Siswa terjunkelapangan,belajar diperpustakaan, meneliti laboratorium, mengamati
  • Guru mengntrol apa yangdikerjakan siswa, memberi saran/pertanyaan, membantu merumuskan kesimpulan bila perlu
  1. Fase kulminasi
  • Hasil kerja siswa dibawa kembali kesekolah
  • Hasil informasi disusn ,diolah, sehingga menghasilkan sesuatu yang bisa dilihat orang banyak misalnya hasil kerajinan, hasil perkebunan atau lainnya
    • Kelebihan Unit Teaching adalah :
      • Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya
      • Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis
      • Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
      • Dapat direalisir prinsip-prinsip psikologi belajar modern
    • Kelemahan metode ini :
      • Untuk merencanakan unti tidak mudah
      • Memerlukan seorang ahli yang betul-betul menguasai masalah
      • Memerlukan kecakapan, ketekunan
      • Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
      • Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang

 

  1. Metode Kerja Lapangan

Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat. Di tingkat sekolah kejuruan metode ini merupakan bagian dari Pendidikan Sistem Berganda, yaitu memadukan antara program pendidikan di sekolah dan program kegiatan bekerja langsung di dunia kerja.

  • Kelebihan metode kerja lapangan :

    −    Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja

    −    Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya.

  • Kelemahaan metode kerja lapangan :
    • Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
    • Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
    • Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli.

 

  1. Metode Sumbang Saran (brain storming)

Sumbang saran (brain storming) merupakan metode pembelajaran dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa mengemukakan pendapat atau jawaban dan komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.

  • Kelebihan metode sumbang saran :
    • Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh
    • Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya
    • Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis
    • Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru
    • Terjadi persaingan yang sehat
    • Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran
    • Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru.
  • Kelemahan metode sumbang saran:
    • Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik
    • Anak yang kurang selalu ketinggalan
    • Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai
    • Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan.

 

  1. Metode Resitasi atau Tugas

    Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukankegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit.

    Tugas atau resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah (PR), tetapi jauh lebih luas.

    Langkah-langkah yang harus diikuti metode tugas atau resitasi adalah :

    1. Fase Pemberian tugas
  • Tujuan yang akan dicapai
  • Jenis tugas yang jelas dan tepat
  • Sesuai dengan kemampuan siswa
  • Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
  • Sediakan waktu yangcukup untuk mengerjakan tugas tersebut
  1. Langkah Pelaksanaan Tugas
  • Diberikan bimbingan/ pengawasan oleh guru
  • Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
  • Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
  • Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh
  1. Fase mempertanggungjawabkan Tugas
  • Laporan siswa baik lisan/ tertulis dari apa yang dikerjakannya
  • Ada Tanya jawab/diskusi kelas
  • Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maunpun non tes
    • Kelebihan metode resitasi adalah :
      • Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
      • Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
      • Dapat membina tanggung jwab dan disiplin siswa
      • Dapat mengembangkan kreativitas siswa

 

 

  • Kekurangannya metode resitasi adalah :
    • Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
    • Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
    • Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan pervedaan individu siswa
    • Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa

 

  1. Metode Karyawisata

    Terkadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak untuk ke luar kelas (sekolah), bertujuan untuk meninjau tempat-tempat tertentu atau objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran. Hal ini diharapkan bukan hanya sekedar untuk rekreasi saja, akan tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat realitanya. Jadi penggunaan teknik atau metode karya wisata adalah .cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu yang relevan dengan pelajaran.

    Objek dari karya wisata ini dapat dilakukan di perkebunan, museum, pabrik, bengkel, tempat-tempat ibadah, dan lain sebagainya. Metode karya wisata mempunyai sinonim kata, antara lain widya wisata dan study tour. Tujuan dari karya wisata antara lain adalah untuk memperluas wawasan.

    Karya wisata sebagai metode mengajar memerlukan langkah-langkah yang baik, di antaranya; persiapan dan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut.

    a. Persiapan dan Perencanaan

    Mempersiapkan dan merencanakan karya wisata hendaknya bersama-sama dengan anak-anak sekalipun guru sudah memilikinya. Hal-hal yang perlu dibicarakan bersama, diantaranya:

    1)     Tujuan dan sasaran yang akan dituju.

    2)     Aspek-aspek atau permasalahan yang akan diselidiki. Ada baiknya apabila dirumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan materi pelajaran IPA dan aspek-aspek atau masalah yang akan dicapai.

    3)     Membaca atau mengumpulkan informasi berkenaan dengan karya wisata.

    4)     Terbentuknya kelompok-kelompok yang akan membahas atau menyelidiki aspek-aspek yang telah dirumuskan. Setiap kelompok hendaknya membagi-bagi tugas lagi sehingga setiap orang mempunyai tugas yang jelas. Misalnya ada yang harus mengamati, mengumpulkan bahan-bahan, bertanya, mencatat, dan lain-lain.

    5)     Membentuk petugas khusus bila perlu, misalnya untuk menghubungi pengurus yang akan dikunjungi, ketua rombongan atau pemimpin kelompok.

    6)     Waktu karya wisata supaya ditetapkan.

    b. Pelaksanaan Karya Wisata

    Karya wisata hendaknya dilakukan dengan tertib. Setiap orang supaya melakukan tugasnya, baik mengumpulkan bahan maupun mencatat yang kemudian akan di laporkan kepada kelompok atau kelas. Mengerjakan tugas dapat dilakukan perorangan ataupun kelompok kecil. Setiap orang hendaknya mengecek tugasnya yang telah disiapkan sebelumnya apakah telah dilakukan atau belum.

    c. Tindak Lanjut

    Karya wisata tidak berakhir pada waktu meneliti kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan tertulis, melainkan perlu diikuti dengan suatu tindak lanjut. Hal ini penting karena apa yang diamati seseorang atau kelompok tertentu belum tentu diamati yang lain. Sedangkan tujuan karya wisata supaya semua orang mengetahui semua aspek yang diselidiki. Karena itu dalam tindak lanjut ini perlu ada presentasi atau laporan.kelompok yang diikuti dengan tanya jawab dan diskusi.

    Bahkan ada kalanya seseorang mendemonstrasikan hasil penelitiannya. Juga di dalam tindak lanjut ini diadakan penilaian tentang kegiatan mereka, apakah karya wisata itu berjalan lancar, tertib dan bermanfaat. Kekurangan-kekurangan apa yang dirasakan dan bagaimana kemungkinannya untuk memperbaikinya.

    Kelebihan dan Kekurangan Metode Karya Wisata

     

  • Kelebihan Metode Karya Wisata :
    • Karya Wisata mempunyai prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam proses belajar mengajar.
    • Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
    • Pengajaran dengan metode karya wisata dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
    • Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas, mendalam dan aktual.
  • Kekurangan Metode Karya Wisata :
    • Fasilitas yang diperlukan sulit untuk disediakan siswa di sekolah.
    • Biaya yang digunakan untuk acara ini lebih banyak.
    • Memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang.
    • Memerlukan koordinasi dengan guru yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata.
    • Dalam karya wisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya menjadi terabaikan.
    • Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan ini dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGARUH KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN DI SEKOLAH

Disusun oleh Sriudin

Dari uraian tersebut di atas kita telah mengetahui bahwa ada hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah. Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar pada pendidikan di sekolah.

Beriyamin S. Bloom (1976) menyatakan bahwa lingkungan keluarga dan faktor-faktor luar sekolah yang telah secara luas berpengaruh terhadap siswa. Siswa-siswa hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan siswa untuk bertempat tinggal di rumah. Keluarga telah mengajarkan anak berbahasa, kemampuan untuk belajar dari orang dewasa dan beberapa kualitas dan kebutuhan berprestasi, kebiasaan bekerja dan perhatian terhadap tugas yang merupakan dasar terhadap pekerjaan di sekolah. Dari uraian ini dapat diketahui lebih lanjut bahwa kecakapan-kecakapan dan kebiasaan di rumah merupakan dasar bagi studi anak di sekolah.

Suasana keluarga yang bahagia akan mempengaruhi masa depan anak baik di sekolah maupun di masyarakat, dalam lingkungan pekerjaan maupun dalam lingkung keluarga kelak (Sikun Pribadi, 1981, p. 67). Dari kutipan ini dapat diketahui bahwa suasana dalam kelaurga dapat mempengaruhi kehidupan di sekolah.

Menurut Erikson yang dikutip oleh Sikun Pribadi (1981) bahwa pendidikan dalam keluarga yang berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa datang ditentukan oleh (1) rasa aman, (2) rasa otonomi, (3) rasa inisiatif. Rasa aman ini merupakan periode perkembangan pertama dalam perkembangan anak. Perasaan aman ini perlu diciptakan, sehingga anak merasakan hidupnya aman dalam kehidupan keluarga.

Rasa aman yang tertanam ini akan menimbulkan dari dalam diri anak suatu kepercayaan pada diri sendini. Anak yang gagal mengembangkan rasa percaya diri ini akan menimbulkan suatu kegelisahan hidup, ia merasa tidak disayangi, dan tidak mampu menyayangi.

Fase perkembangan yang kedua adalah rasa otonomi (sense of autonomy) yang terjadi pada waktu anak berumur 2 sampai 3 tahun. Orang tua harus membimbing anak dengan bijaksana agar anak dapat mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah pribadi yang berharga, yang dapat berdiri sendiri dan dengan caranya sendiri ia dapat memecahkan persoalan yang ia hadapi. Kegagalan pembentukan rasa otonomi, suatu sikap percaya pada diri sendiri dan dapat berdiri sendiri akan menyebabkan anak selalu tergantung hidupnya pada orang lain. Setelah ia memasuki bangku sekolah ia selalu harus dikawal oleh orang tuanya. Ia selalu tidak percaya diri sendiri untuk menghadapi persoalan yang dihadapi di sekolah.

Pada fase perkembangan ketiga disebut perkembangan rasa inisiatip (sense of initiative) yaitu pada umur 4 sampai 6 tahun. Anak harus dibiasakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam lingkungan keluarga. Sebab dengan dibiasakan menangani masalah hidupnya maka anak akan mengembangkan inisiastipnya dan daya kreatifnya dalam rangka menghadapi tantangan hidupnya. Jika orang tua selalu membantu dan bahkan melarang anaknya untuk mengerjakan sesuatu hal maka inisiatif dan daya kreasi anak akan lemah dan akan mempengaruhi hidup anak dalam belajar di sekolah.

Pengaruh kualitas pengasuhan anak dan kondisi lingkungan dengan perkembangan kemampuan anak :

Levine dan Hagighurst (1984, p. 169.179) melaporkan hasil penelitian. Anak yang tingkat kondisi IQ rendah dari suatu rumah yatim piatu dengan kondisi yang menyedihkan sebagian kemudian diasuh dalam rumah yatim piatu yang kondisi baik dengan penyelenggaraan program-program perawatan yang baik. Setelah satu tahun anak dari dua lingkungan yatim piatu tersebut dites intelegensi. Dari hasil tes intelegensi diperoleh hasil bahwa IQ anak dipelihara dalam rumah yatim piatu dalam kondisi yang menyedihkan IQ-nya teap bahkan ada yang menurun, scdang anak yang diasuh dalam kondisi rumah yatim piatu yang baik IQ naik. Setelah belajar di sekolah anak-anak diasuh dalam kondisi yang baik berhasil memperoleh ijazah pendidikan tinggi.

Pengaruh fasilitas hidup dalam keluarga dan rumah tangga terhadap perkembangan kognitif :

Keluarga lapisan bawah, lapisan menengah dan lapisan atas memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Keluarga lapisan bawah fasilitas yang kurang lengkap bila dibanding keluarga lapisan menengah dan lapisan atas. Kelengkapan fasilitas mempunyai dampak yang positif terbadap pengembangan kognitif anak yang belajar di sekolah.

Pengaruh besamya keluarga terhadap kemamuan intelektual :

Dari hasil-hasil penelitian dilaporkan bahwa besarnya keluarga berkorelasi negatif terhadap kemampuan intelektual Dari hasil penelitian diketahui bahwa makin besar jumlah keluarga makin rendah kemampuan intelektual anak. Sebaliknya makin kecil jumlah keluarga kemampuan intelektual makin tinggi. Jika ditambah variabel lapisan keluarga, maka jumlah keluarga yang besar pada lapisan bawah kemampuan intelaktual akan lebih rendah lagi di banding pada keluarga besar pada lapisan menengah Oleh karena makin banyak jumlah anak maka kemampuan intelektual makin rendah apalagi jika ditambah dengan lapisan keluarga rendah (miskin).

Pengaruh urutan kelahiran terhadap kemampuan intelektual :

Pengaruh urutan kelahiran telah dilaporkan oleh Laosa dan Sigel (1982). Dari hasil penelitian ini diketahui makin menurun urutan kelahiran maka prestasi belajar makin rendah. Umumnya prestasi belajar anak sulung lebih baik daripada prestasi bclajar anak kedua, anak kedua prestasi belajar lebih baik dari anak ketiga dan seterusnya.

Pengaruh pekerjaan ibu :

Pengaruh antara ibu yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak belum ada kata sepakat. Dari berbagai penelitian ada kecenderungan bahwa prestasi belajar anak dan ibu yang bekerja lebih tinggi dari anak dan ibu yang tidak bekerja. Tetapi pada beberapa penelitian juga menghasilkan bahwa prestasi belajar ibu yang tidak bekenja lebih tinggi dari pada prestasi belajar dari anak ibu yang bekerja. Oleh karena itu perlu dilacak faktor yang lain yang menyebabkan keragu-raguan tersebut di atas umpama jenis kerja dari ibu, kualitas keluarga dan sebagaiya.

Hubungan perlakuan orang tua dengan kemampuan kognitif :

Dari hasil penelitian Rollins dan Thomas yang dilaporkan oleh Lewin dan Havighurst (1982, p. 172-173) menyatakan bahwa (1) makin besar dukungan orang tua makin tinggi tingkat perkembangan kognitif anak, (2) makin kuat pemaksaan yang diberikan oleh orang tua maka makin rendah perkembangan kognitif anak, (3) makin besar dukungan orang tua, makin tinggi kemampuan sosial dan kemampuan instrumental anak, (4) makin kuat tingkat pemaksaan yang diberikan orang tua terhadap anak-anaknya maka makin rendah kemampuan sosialnya, (5) bagi anak perempuan besarnya dukungan dan frekuensi usaha pengawasan orang tua berkorelasi negatif terhadaap pencapaian prestasi akademik, (6) bagi anak laki.laki besarnya dukungan orang tua dan kuatnya pengawasan orang tua berkorelasi positif terhadap pencapaian prestasi belajar.

Luis M. Laosa dan Irving Sigel (1982) yang merangkumkan berbagai hasil penelitian juga melaporkan hasil penelitian hubungan orang tua dengan keberhasilan belajar anak. Clarke dan Stewart meneliti tentang penlakuan ibu dalam hubungan antara ibu dan anak terhadap prestasi belajar siswa menyimpulkan bahwa prestasi belajar anak dipengaruhi oleh hubungan akrab antara ibu dan anak. Dalam hubungan yang akrab itu ibu sering mengajak berbincang-bincang anaknya, ibu memberikan hiburan terhadap anaknya, memberi pujian, pertolongan dan keterangan-keterangan ibu juga mengajar berbagai hal seperti bekerja sama dengan anak lain serta mengembangkan kegiatan anak. Apabila perlakuan tersebut di atas disertai suasana hubungan dan kasih sayang ternyata lebih meningkatkan kemampuan intelektual dari pada penerapan disiplin yang kaku, pengawasan yang ketat, membujuk, memberi perintah, dan larangan atau ancaman dan hukuman.

Pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak juga mempengaruhi kemampuan intelektual anak. Pergaulan yang akrab antara orang tua ayah dan anak akan mengurangi rasa takut terhadap pengaulan antara anak dengan orang-orang di luar keluarga. Pengaruh hubungan akrab anak laki-laki dan ayahnya terhadap prestasi belajar lebih tinggi dari pada pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak putri terhadap prestasi belajar.

Pengaruh latar belakang keluanga terhadap hasil belajar di sekolah :

Menurut John Simmons dan Leigh Alexander (1983) latar belakang keluarga biasanya berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarga. Status sosial ekonomi ini biasanya mempergunakan indikator pendidikan keluarga, pekerjaan dan penghasilan orang tua. Beberapa penelitian juga memasukkan indikator-indikator lain seperti harapan siswa, harapan keluarga, harapan masyarakat setempat terhadap hasil belajar anak serta sikap mereka terhadap hasil belajar. Hasil penelitian yang dilaksanakan di India, Chile, Iran, dan Thailand yang dilaporkan oleh Thorndike menjelaskan bahwa latar belakang keluarga itu dapat menjelaskan perubahan prestasi belajar antara 1,5% sampai 8,7%. Jika dikontrol dengan indikator-indikator yang berasal dari sekolah seperti kualitas pengajaran, fasilitas sekolah, jumlah siswa dalam kelas dan sebagainya, hasil test menunjukkan sumbangan latar belakang keluarga itu tidak signifikan.

dikutip dari : http://pakguruonline.pendidikan.net/

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ice breaking

Kegiatan Ice Breacking

 

No Sesi Ice Breaking 1 Ice Breaking 2 Ice Breaking 3
1 1 - - -
2 2 Yel-yel induksi Film lucu mobil dimasukkan jurang  
3 3 Tes tipe guru   Tulisan di atas pasir
4 4. 1 Film kartun kerja   Nyanyi topi saya bundar
  4.2 - - Nanyi sambil menggerakkan tangan (senam Otak kiri/kanan)  
  4.3   Senam peregangan  
5 5 Kerjasama semut (film) Inisiatif peserta Inisiatif peserta
6 6 Bagaimana membuat bagagia (ppt)    
         

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment